Selasa, 29 Januari 2013

tugas softskill


MENGIDENTIFIKASI RISIK0


Nama              : elsya moelya
Kelas                : 3dd02
Npm                : 32210347
Kelompok        : 3

UNIVERSITAS GUNADARMA
2012

1.1   Pengertian Resiko

Suatu kondisi yang timbul karena ketidakpastian dengan seluruh konsekuensi tidak menguntungkan yang mungkin terjadi disebut resiko”

Secara ilmiah pengertian risiko masih tetap beragam . Berikut beberapa pengertian risiko yang disampaikan oleh beberapa ahli:
1.       Risiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu (Arthur
 Williams dan Richard, MH.).
2.       Risiko adalah ketidaktentuan/uncertainty yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian/loss (A.
 Abas Salim).
3.       Risiko adalah ketidak pastian atas terjadinya suatu peristiwa (Soekarta)
4.       Risiko merupakan penyebaran/penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan (Herman
Darmawi)
5.       Risiko adalah probabilitas sesuatu hasil/outcome yang berbeda dengan yang diharapkan
(Herman Darmawi).

1.2   Karakteristik Risiko
Dari pengertian-pengertian risiko di atas dapat kita simpulkan bahwa risiko selalu dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya sesuatu yang merugikan yang tidak diduga/tidak diharapkan.  Dengan demikian risiko ini mempunyai karakteristik :
a.       Merupakan ketidak pastian atas terjadinya suatu peristiwa
b.      Merupakan ketidak pastian yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian.
Jadi ketidakpastian merupakan kondisi yang menyebabkan timbulnya risiko.  Kondisi ketidakpastian sendiri timbul karena berbagai sebab, antara lain :
a.          Tenggang waktu antara perencanaan suatu kegiatan sampai kegiatan itu berakhir, dimana makin panjang tenggang waktunya akan makin besar ketidakpastiannya.
b.          Keterbatasan informasi yang tersedia yang diperlukan untuk penyusunan rencana.
c.           Keterbatasan pengetahuan/kemampuan pengambilan keputusan dari perencana.

2. 1 Mengidentifikasi Resiko
MENGIDENTIFIKASI RISIKO
Pengidentifikasian risiko merupakan proses analisa untuk menemukan secara sistematis dan berkesinambungan atas risiko (kerugian yang potensial) yang dihadapi perusahaan. Karenanya diperlukan checklist untuk pendekatan yang sistematik dalam menentukan kerugian potensial. Salah satu alternatif sistem pengklasifikasian kerugian dalam suatu checklist adalah; kerugian hak milik (property losses), kewajiban mengganti kerugian orang lain (liability losses) dan kerugian personalia (personnel losses). Checklist yang dibangun sebelumnya untuk menemukan risiko dan menjelaskan jenis-jenis kerugian yang dihadapi oleh sesuatu perusahaan.
Perusahaan yang sifat operasinya kompleks, berdiversifikasi dan dinamis, maka diperlukan metode yang lebih sistematis untuk mengeksplorasi semua segi. Metode yang dianjurkan adalah;
  1. Questioner analisis risiko (risk analysis questionnaire).
  2. Metode laporan Keuangan (financial statement method).
  3. Metode peta-aliran (flow-chart).
  4. Inspeksi langsung pada objek.
  5. Interaksi yang terencana dengan bagian-bagian perusahaan.
  6. Catatan statistik dari kerugian masa lalu.
  7. Analisis lingkungan.
Dengan mengamati langsung jalannya operasi, bekerjanya mesin, peralatan, lingkungan kerja, kebiasaan pegawai dan seterusnya, manajer risiko dapat mempelajari kemungkinan tentang hazard. Untuk itu keberhasilannya dalam mengidentifikasi risiko tergantung pada kerjasama yang erat dengan bagian-bagian lain yang terkait dalam perusahaan.
Manajer risiko dapat menggunakan tenaga pihak luar untuk proses meng-identifikasikan risiko, yaitu agen asuransi, broker, atau konsultan manajemen risiko. Hal ini tentunya punya kelemahan, dimana mereka membatasi proses hanya pada risiko yang diasuransikan saja. Dalam hal ini diperlukan strategi manajemen untuk menentukan metode atau kombinasi metode yang cocok dengan situasi yang dihadapi.

2.2   Klasifikasi Kerugian
Dalam dunia asuransi yang dimaksud risiko adalah, apabila risiko tersebut diartikan sebagai ketidak pastian yang menimbulkan kerugian (Uncertainty of loss), yang dimaksud disini kerugian daIam arti financial (financial risk), dimana kerugian tersebut dapat dinilai secara financial atau dinilai dengan uang.
Risiko dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

2.2.1  Speculative Risks (Risiko Spekulatif)
    Risiko spekulatif adalah risiko yang memberikan kemungkinan untung (gain) atau rugi (loss) atau tidak untung dan tidak rugi (break even). Risiko Spekulatif disebut juga risiko dinamis (dynamic risk).
Contoh:
- Risiko dalam dunia perdagangan (kemungkinan untung atau rugi)

2.2.2  Pure Risks (Risiko murni)
Risiko yang hanya mempunyai satu akibat yaitu kerugian.Sehingga tidak ada orang yang aka menarik keuntungan dari risiko ini.
Contoh:
- Kebakaran
2.2.3 Fundamental Risk- (Risiko fundamental)
Risiko yang sebab maupun akibatnya impersonal (tidakmenyangkut seseorang). dimana kerugian yang timbul dari risikoyang bersifat fundamental biasanya tidak hanya menimpa seorang
individu melainkan menimpa banyak orang.
Contoh :
- Gempa bumi - perang - Inflasi - dll
Risiko yang sifatnya fundamental dapat timbul misalnya dari :
1. Sifat masyarakat dimana kita hidup.
2. Dari peristiwa-peristiwa phisik tertentu yang terjadi diluar kendali manusia.

2.2.4  Particular Risks (Risiko khusus)
Risiko khusus dimana risiko ini disebabkan oleh peri,stiwaperistiwa individual dan akibatnya terbatas.
Contoh:
- Pencurian
2.2.5 Perubahan Klasifikasi Risiko
Perubahan klasifikasi risiko dapat terjadi apabila penyebab terjadinya risiko dan akibat dari risiko berubah atau dapat pula disebabkan adanya cara pandang seseorang terhadap risiko
tersebut.
Contoh:
Dulu pengangguran dianggap sebagai kemalasan atau kurangnya ketrampilan seseorang sehingga diklasifikasikan sebagai Particular Risks. Tetapi kini orang cenderung
memandang pengangguran sebagai gejala yang umum, yang diakibatkan kegagalan pemakaian sistem ekonomi, oleh karena itu pengangguran dipandang sebagai Fundamental Risks.
2.2.6 Guna Klasifikasi Risiko
Klasifikasi risiko berguna dalam rangka menetapkan apakah
suatu risiko dapat diasuransikan atau tidak dan untuk
menentukian apakah suatu risiko lebih tepat ditangani oleh
pemerintah atau diserahkan kepada lembaga asuransi komersial.
2.2.7  Risiko yang dapat diasuransikan dan risiko yang tidak dapat
diasuransikan
Risiko spekulaif tidak dapat diasuransikan karena pada risiko ini terdapat kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan.Risiko murni dapat diasuransikan karena hanya mempunyai satu
kemungkinan yaitu mendatangkan kerugian, tetapi berdasarkanpertimbangan secara yuridis maupun komersial tidak semua risikomurni dapat diasuransikan.Risiko fundamental; biasanya asuransinya dikelola oleh pemerintah, hal ini dikarenakan akibat dari risiko ini dalam jumlah
dan area yang luas.








3.1 Metode Laporan Kuangan untuk menejemen resiko
                Menganalisis neraca, LABA-RUGI dan catatan lain yang mendukung,sehingga manajer resiko biasmengidentifikasi semua resiko yang berkenan dengan harta,utan dan personalia perusahaan
Contoh :

NAMA BARANG
PEMILIKAN, PERSONIL/KEGIATAN TERTENTU
KERUGIAN POTENSIAL
PERIL
INVENTORY
BAHAN MENTAH:
DALAM TANGAN SUPPLIER.
DALAM PERJALANAN MENUJU GUDANG DALAM TRUK MILIK SUPPLIER
GUDANG :
DALAM PERJALANAN KE PABRIK DENGAN TRUK MILIK PABRIK
BARANG JADI :
PABRIK
DALAM PERJALANAN KE GUDANG
TRUK SENDIRI
ANGKUTAN UMUM
GUDANG
DALAM PERJALANAN KE PENGECER
TRUK SENDIRI
ANGKUTAN UMUM
DALAM TANGAN PENGECER INDEPENDEN
KERUGIAN HARTA LANGSUNG
TIDAK LANGSUNG
PENDAPATAN NETO
KERUGIAN YANG BERSIFAT TANGGUNG JAWAB : DISEBABKAN OLEH TRUK, BANGUNAN, PRODUK, KECELAKAAN YANG MENIMPA PEGAWAI
KERUGIAN PERSONILTERHADAP PERUSAHAAN DAN KELUARGA
KEBAKARAN, ANGIN TOPAN, MELEDAK, BAHAYA FISIK LAIN.
VANDALISME, PERAMPOKAN, BAHAYA OLEH MANUSIA  LAINNYA.
KEALPAAN, PELANGGARAN GARANSI.
KECELAKAAN BADAN BAGI PEGAWAI
KECELAKAAN LAULINTAS
KEMATIAN, KESEHATAN YANG BURUK, PHK, PENSIUN





4.1   Penggunaan pihak luar untuk mengidentifikasi resiko

Manajer resiko boleh percaya pada agen asuransi, broker atau konsultan manajemen resiko untuk melakukan pekerjaan yang terinci untuk mengidentifikasikan resiko. Akan tetapi, mempercayai saja sepenuhnya pihak luar untuk mengidentifikasikan resiko pada suatu ketika dapat mengandung kelemahan.
Melaksanakan survei sendiri memang memakan waktu, tetapi tidak lain yang lebih baik bagi manajer resiko untuk mengamati dari dekat sumber resiko yang melekat pada hak milik, operasi dan manajemen phylosophy dan karena itu akan mengambil keputusan dengan hasil yang baik.
PENUTUP
Tidak ada metode tunggal atau prosedur pengidentifikasian resiko yang bebas dari kelemahan. Dalam hal ini diperlukan stategi manajemen untuk menentukan metode ataukah kombinasi metode yang cocok dengan situasi yang dihadapi.Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan itu adalah:
1.    Sifat dari bisnis
2.    Besarnya perusahaan itu
3.    Tersedianya tenaga ahli.














Daftar Pustaka

-          Manajemen RISIKO oleh Drs. Herman Darmawi Bumi Aksara 1992, 172 Halaman 979-526-147-9
manajemen resiko eperasiona